oleh

Giri Prasta Cek Pelayanan RSD Mangusada, Kapal

Oleh : Made Nariana

GEDUNG megah dan mewah belum menjamin pelayanan kepada masyarakat megah dan mewah. Hal itu terjadi jika SDM (sumber daya manusia) belum bekerja tulus, iklas dan cerdas. Apalagi, jika ada SDM yang hanya niatnya hanya numpang nama di rumah sakit daerah, tetapi kerja sambilan lebih utama di rumah sakit swasta.

“Kalau mau bersaing…. pelayanan adalah utama. Soal harga nomor dua,” kata seorang manajer perusahaan dalam sebuah seminar yang pernah saya dengar. Kalau demikian halnya, Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada Kapal milik Pemkab Badung harus belajar banyak dari teori seorang manajer itu. Gedung mewah dan megah tidak ada manfaatnya, jika pelayanan SDM kurang bernas dan trengginas, sopan, santun dan manusiawi.

Guna meningkatkan pelayanan RSD tersebut, belum lama ini Bupati Badung Nyoman Giri Prasta langsung memimpin rapat manajemen di rumah sakit tersebut. Kalau mau, sebenarnya Bupati dapat memanggil manajemen rumah sakit ke Rumah Jabatan atau ke kantor Bupati. Tetapi ini, malah Bupati langsung datang ke rumah sakit memimpin rapat manajemen. Ada apa?

Boleh jadi Bupati Giri Prasta gregetan mendengar, melihat, atau menerima informasi – bagaimana kualitas pelayanan RS Mangusada selama ini.

Dalam suatu acara dengar pendapat DPRD Badung  dengan sejumlah Dinas terkait termasuk manajemen RSD Mangusada, saya memang pernah memberikan masukan sekaligus kritikan kepada manejen RSD Mangusada.

Saya mendapat informasi dari sejumlah pasien, pelayanan SDM-nya belum maksimal. Padahal bangunan mewah dan letak rumah sakit tersebut sangat strategis.  Sangat baik jika rumah sakit ini sebagai rumah sakit rujukan utama di Badung dan Bali umumnya. Bangunan megah dan mewah. Tetapi apa artinya jika SDM belum mampu memanfaatkan potensi yang ada?

Keluhan itu saya terima sebelum manajeman yang sekarang dipimpin Dirtektur Utama (Dirut) Dr. Darta. Semoga sekarang sudah berbeda. Konon manajamen rumah sakit itu blok-blokan. Bahkan ada laporan, banyak staf bergaya dirut…..

Kini, Bupati turun langsung guna memperbaiki citra pelayanan rumah sakit yang sangat mewah itu. Saya memiliki harapan, RSD Mangusada menjadi rumah sakit percontohan di Bali. Menjadi percontohan karena peralatan medis terbaik, percontohan dengan dokter dan tenaga pramedis terbaik, gedung termegah serta menjadi contoh pelayanan terhadap pasien yang terbaik.

Kalau hal itu dapat dilakukan, rumah sakit itu akan menjadi “lembaga usaha” yang menguntungkan bagi Badung, selain sebagai lembaga social bagi masyarakat umum.

Citra terbaik harus mulai dibangun. Dengan begitu masyarakat akan percaya, bahwa berobat ke RSD Mangusada sangat menyenangkan. Bukannya dibuat tidak betah dan diputar sana-sini supaya mau berobat ke rumah sakit swasta.

Kuncinya, manajemen harus kompak. Memahami fungsi masing-masing sesuai dengan jabatan. Lembaga sebesar RSD Mangusada, seharusnya mulai melakukan manajemen modern menggunakan IT, sehingga ketersiggungan karena kontak person dapat dikurangi. Ketersinggungan itu dapat terjadi, karena tidak mendapat jabatan sesuai keinginan atau karena ambisi tertentu. Atau, ingin menggagalkan visi dan missi manajemen baru.

Saya melihat, datangnya Bupati Giri Prasta langsung memimpin rapat ke rumah sakit semestinya memberi arti penting dan luar biasa bagi manajemen.

Segera lakukan perbaikan total, sehingga citra RSD Mangusada dapat menjadi contoh rumah sakit terbaik di Bali. Siapa pun pasti setuju dengan usul ini. (*)

*) Penulis, masyarakat asli Badung.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed