oleh

KONI Bali Umumkan Hasil Porprov Bali: Tidak Sesuai Kaidah Menggunakan Istilah Juara Umum I, II dan III.

Dalam upacara penutupan Porprov Bali XV tahun 2022 di Jaya Sabha Minggu (27/11) malam, Ketua Umum KONI Bali IGN Oka Darmawan, mengumumkan juara Porprov tahun ini, termasuk atlet putra putri terbaik.

Sayangnya ia menggunakan kaidah Bahasa yang kurang menyenangkan sejumlah pihak, di mana disebutkan juara Porprov kali ini sebagai Juara Umum I Badung, Juara Umum II Denpasar dan Juara Umum III Buleleng.

Ketua Umum KONI Badung Made Nariana, sebetulnya ingin protes malam itu juga, namun masih menjaga perasaan sebab acara yang begitu megah dihadiri juga Gubernur Bali Wayan Koster.

Gubernur sendiri menutup acara Porprov lewat daring, di mana penurunan bendera KONI dilakukan di Lapangan Bajra Sandi Renon, sedang acara penutupan dengan memencet tombol serine dilakukan di Jaya Sabha. Porprov Bali selesai dengan sukses luar biasa…..

Terkait dengan pengumuman Ketum KONI Bali, Ketua Umum KONI Badung mengatakan, dalam kejuaraan apa pun hanya ada satu juara umum. Urutan kedua dan ketiga disebut sebagai runner up, atau juara II dan III. Kalau disebut juara umum I, II dan III, berarti ada 9 juara umum di Bali, di mana juara umum 9, disandang Karangasem.

Ketua Umum KONI Tabanan Dewa Ary nyeletuk di washtap grup KONI, “ Kalau begitu saya juara umum 6,” katanya.

Hal ini dimasalahkan KONI Badung, sebab menyangkut Keputusan KONI dalam masalah administrasi. Jangan sampai dalam Surat Keputusan yang akan dibuat KONI Bali menyangkut juara-juara dalam Porprov Bali salah.

SK KONI Bali itu penting, sebab akan menentukan pemberian bonus atlet di KONI Kabupaten/Kota. Dasarnya adalah SK KONI Bali, bukan laporan Pengurus KONI Kabupaten/Kota ke pemerintah atau Bupati masing-masing.

Dalam pertandingan-pertandingan cabang olahraga penentuan hasil akhir juga disebut dengan istilah juara umum. Bukan juara umum I, II dan juara umum III.

Ketua Umum KONI Badung meminta KONI Bali mengoreksi kaidah dan tata Bahasa yang dipergunakan, sehingga tidak ada yang salah paham. Persoalan terseut menurutnya sangat sensitif, sebab menyangkut martabat dan harga diri kontingen. Apalagi atletnya berjuang sampai berdarah-darah di lapangan dengan tujuan menghasilkan prestasi terbaik.

“Kalau kaidah dan  konotasi seperti itu tetap dipertahankan (ada Juara Umum I, Juara Umum II dan Juara Umum III) dalam Porprov Bali tahun 2022, nanti ada anggapan masyarakat bahwa Bali di PON Papua tahun 2021 menjadi Juara Umum 5. Sebab Bali saat itu  masuk rangking lima 5 di PON,” kata Nariana yang juga mantan Ketua Umum KONI Bali itu.

Sejumlah anggota Kelompok Ahli Gubernur Bali ketika diminta pendapatnya soal keluhan tersebut, juga membenarkan tidak ada kaidah Bahasa dalam olahraga Juara Umum I, Juara Umum II dan Juara Umum III. Juara Umum ya Juara Umum, cukup satu yang terbaik berdasarkan aturan yang ada. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed