oleh

Mengenal Lebih Dekat Sahabat Kita “I Wayan Kastawan”

-News, Tokoh-1,420 views

I Wayan Kastawan lulus dari Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana, Bali-Indonesia di tahun 1996 dengan memperoleh gelar Sarjana Teknik (ST.), kemudian tahun 2000 melanjutkan studi tingkat Magister di Sheffield Hallam University, Inggris dengan gelar Master of Arts (MA) in Heritage Management, dan di tahun 2006 meneruskan studi tingkat doktoral di Nagoya Intitute of Technology, Jepang pada bidang Architecture – Human Space Program dengan gelar Doctor of Engineering (Dr.Eng.), serta di tengah tahun 2020 menyelesaikan Pendidikan Profesi Insinyur dan berhak menyandang gelar profesi “Insinyur (Ir.)”.

Selain pendidikan formal diatas, juga pernah mengikuti pendidikan Executive Leadership Program di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Sloan School of Management, Cambridge-USA melalui Program MIT – IDEAS Indonesia 5.0, dan terakhir mengikuti CoCLASS (Collaborative Creative Learning and Action for Sustainable Solutions) di Tsinghua University, Beijing – China.

Dr.Eng. Ir. I Wayan Kastawan, ST., MA. merupakan Dosen Tetap Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana. Kini menjadi Ketua Architecture, Urban Design, and Built Environment (AUdBe) Research Studies di Pusat Penelitian Kebudayaan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) – Universitas Udayana.

Disamping sebagai dosen, ia juga pernah mengabdi sebagai Anggota Kelompok Ahli Pembangunan Pemerintah Kabupaten Bangli (Pokli Bupati Bangli) serta Koordinator Tim Ahli Batur Unesco Global Geopark, saat ini dipercaya sebagai salah satu anggota Kelompok Ahli Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali atau yang dikenal dengan Kelompok Ahli Gubernur Bali (Pokli Gubernur Bali).

Memanfaatkan waktu luang, Dr.Eng. Ir. I Wayan Kastawan, ST., MA. berpraktek sebagai Architect, Urban Designer, Planner dan Researcher dengan mendirikan Studio KASTAWAN Architect and Partners yang bergerak pada bidang konsultansi perancangan arsitektur, perancangan kota dan perencanaan kawasan.

Sebagai seorang Arsitek dan Konservator, ia telah menyelesaikan beberapa proyek, seperti:

  • Rekonstruksi Wantilan di Pura Taman Ayun.
  • Master Plan Pembangunan Kepariwisataan di Kabupaten Badung, Kota Denpasar, Kabupaten Bengkayang-Kalimantan Barat.
  • Master Plan Batur Unesco Global Geopark dan Master Plan Toba Unesco Global Geopark di Provinsi Sumatera Utara.
  • Master Plan International Golf Course, Resort Hotel and Marina di Pantai Rambak-Uber, Kawasan Ekonomi Khusus Sungailiat-Bangka di Provinsi Bangka Belitung.
  • Taman Kota dan Hutan Kota di Area Dumping 1 dan Dumping 2, Patung Ikonik “Baruna Kencana” dan Diorama Pariwisata Indonesia, serta Benoa Marine Tourism Exhibition Hall di Kawasan Pelabuhan Benoa, Bali.

Disamping aktif dalam kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian, dia juga terlibat aktif dalam organisasi masyarakat Paiketan Krama Bali sebagai Ketua Divisi Palemahan (Hubungan Manusia dengan Alam).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed