Menu

Mode Gelap
Hanya Gelandangan Politik yang Tidak Puas dengan keberhasilan Gubernur Koster Membangun Bali. Kembali Gelar Pasar Rakyat di Bangli, Ny. Putri Koster Puji Pemkab Bangli Berhasil Kembangkan Jeruk Varietas Baru RGL Gelar Lawatan Ke Praha, Wagub Cok Ace Bahas Potensi Kerjasama Antara Bali dan Ceko Tutup Pameran Bali Bangkit Ke-6, Ny. Putri Koster Himbau UMKM Tidak Nakal Mengkopi Motif Tenun Gringsing Riset dan Inovasi Untuk Indonesia Raya

News · 20 Mar 2023 15:18 WITA ·

Soal Makan Saja Ribut


 Made Nariana Perbesar

Made Nariana

Oleh : Made Nariana

NEGERI kita sering rada lucu. Soal agama diributkan setiap hari. Apalagi kalau kita ikuti  berita-berita di media social (medsos).  Semua persoalan dikaitkan dengan agama. Menurut saya, agama itu personal. Hubungan manusia dengan Tuhannya.

Lagi pula Indonesia bukan negara agama. Kita negara republik, semua warga negara Indonesia diberikan kebebasan memeluk agama sesuai dengan keyakinan dan kepercayaannya.

Sayangnya, banyak yang sewot kalau ada seseorang pindah agama, balik ke agama asal, atau berbeda agama antara suami-itsri. Sering soal itu viral di medsos. Berhari-hari menjadi pergunjingan.

Malah soal makan juga dipersoalkan orang. Makan sesuatu itu kan selera. Kalau ada yang makan sesuatu dlarang agama, silahkanlah. Tetapi kalau ada yang melanggar, nggak usah dibicarakan apalagi dicaci beramai-ramai. Soal dosa, bukankah itu menjadi tanggungjawab yang bersangkutan. Tidak menjadi beban masyarakat yang meyakini tentang sesuatu bahwa makanan itu tidak boleh dimakan.

Lho kenapa saya persoalkan orang makan? Belakangan ini ramai di medsos, ada seorang artis makan babi. Ia lahap makan babi. Kebetulan saya juga seneng babi. Enak memang. Boleh dibuktikan.

Tetapi artis yang makan babi itu “dikroyok” ramai -ramai, katanya menodai agama tertentu. Salahnya di mana? Itu hak yang bersangkutan. Kalau ia dosa, itu dosa sendiri. Kalau ia nanti masuk neraka, juga tidak akan mengajak orang lain, bukan?

Dosa-neraka, tidak dosa – sorga, tergantung karma kita. Koruptor milyaran bahkan trilyunan rupiah, pasti sudah akan masuk neraka. Pemimpin yang tidak konsisten dengan janjinya kepada rakyat pasti juga tidak dapat sorga. Rakyat pun, yang senang caci maki, main fitnah, menjelek-jelekan pemimpin, bahkan memutarbalikan fakta juga pasti tidak akan dapat sorga. Kalau demikian, kenapa banyak  yang melakukan  sifat jelek itu dengan berlindung di balik agama?

Konon sejumkah negeri yang jauh di sana, agamanya baik. Namun kenapa mereka perang saudara bertahun-tahun tidak pernah selesai? Pasti akhlak mereka yang kurang baik……..Kalau ngak begitu, mengapa perang sesama umat yang sama?

Indonesia negeri bhineka tunggal ika. Ribuan pulau, ribuan suku, ratusan Bahasa yang berbeda. Bahkan juga banyak adat istiadat berbeda. Tetapi perbedaan itu menjadi kekuatan untuk bersatu. Nilai luhur Pancasila menjadi pemersatu bangsa.

Memang ada sekelompok orang yang menganggung-agungkan agamanya. Orang lain yang tidak sepaham dengan mereka dianggap kafir. Dianggap musuh. Halal darahnya….. Malahan  mereka men just (memastikan) katanya tidak akan dapat sorga. Seolah-olah kunci sorga mereka yang pegang.

Tetapi mereka disuruh duluan ke sorga semuanya nggak ada yang mau. Konon masih enak hidup di NKRI. Sekalipun setiap hari memfitnah orang lain. Sampai orang makan babi pun dipersalahkan.

Saya mencatat, orang China dan Eropah sebagian besar makan babi. Tetapi ternyata mereka lebih pintar dari kita, bukan? Banyak produk orang dan manusia makan babi,  malah kita pakai di Indonesia. Munafik kah? (*)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gerudug Markas PDI Perjuangan Bali, Milenial Mengwi Dukung Pasangan Koster-Giri

11 Mei 2024 - 22:15 WITA

Wayan Koster foto bersama dengan kalangan milenial (anak muda) asal Mengwi Badung.

Bendesa Adat Peras Investor, Kok Bisa?

4 Mei 2024 - 09:49 WITA

Paket Koster-Giri Punya Kelebihan, Guna Meneruskan Keberhasilan Koster-Ace di Babak Pertama

29 April 2024 - 08:29 WITA

Bijaksana dalam Menggunakan Medsos

25 April 2024 - 08:09 WITA

Made Nariana

Menuju Indonesia Emas, Apa Mungkin?

24 April 2024 - 13:49 WITA

Made Nariana

Banteng, Semakin Digenjet Biasanya Semakin Melejit

1 November 2023 - 09:20 WITA

Trending di News